Membahas Penyakit Meniere, Penyakit Yang Ganggu Pendengaran Jessie J

Membahas Penyakit Meniere, Penyakit Yang Ganggu Pendengaran Jessie J

Penyanyi Jessie J mengaku mengidap penyakit Meniere. Meniere membuat pelantun “Price Tag” ini mengalami masalah dalam bernyanyi dan mendengar.
Pasang Bola
Penyakit Meniere atau Meniere disease merupakan kelainan yang mempengaruhi telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam bertanggung jawab untuk pendengaran dan keseimbangan.

Kondisi selanjutnya membuat vertigo atau munculnya sensasi berputar. Kondisi ini termasuk membuat masalah pendengaran dan munculnya suara berdengung di telinga. Penyakit ini kebanyakan hanya menyerang satu telinga.

Penyakit ini berwujud kronis. Namun, perawatan dan perubahan type hidup mampu menopang meringankan gejala.

Gejala dan Penyebab Penyakit Meniere
Sebagaimana penyakit lainnya, Meniere termasuk mengundang sejumlah tanda-tanda seperti berikut, mengutip Mayo Clinic.

1. Vertigo berulang

Seseorang bakal mengalami sensasi kepala berputar secara spontan. Episode vertigo kebanyakan terjadi tanpa peringatan dan kebanyakan terjadi selama 20 menit sampai lebih dari satu jam. Vertigo yang gawat mampu membuat rasa mual.

2. Kehilangan pendengaran

Pada masa awal, problem pendengaran pada penyakit ini berwujud berkunjung dan pergi. Namun demikian, kebanyakan orang mengalami problem pendengaran permanen bersamaan berjalannya waktu.

3. Dengung di telinga

Dalam medis, persepsi munculnya suara dengung di telinga dikenal dengan istilah tinnitus. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan Meniere.

4. Perasaan penuh di telinga

Orang dengan Meniere sering merasakan terdapatnya tekanan di telinga.

Pada tingkat yang lebih parah, episode vertigo mampu membuat kehilangan pendengaran permanen. Penyakit ini termasuk mampu membuat kelelahan dan stres sampai mengganggu mutu hidup pengidapnya.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang membuat Meniere. Namun, para ilmuwan percaya bahwa tanda-tanda yang ditimbulkan tampaknya disebabkan oleh jumlah cairan (endolimfa) yang tidak normal di telinga bagian dalam.

Beberapa faktor mempengaruhi jumlah cairan di dalam telinga, seperti berikut:

– drainase cairan yang tidak tepat, bisa saja gara-gara tersedia penyumbatan atau kelainan anatomi

– respons imun yang tidak normal

– infeksi virus

– predisposisi genetik

Karena tidak tersedia penyebab tunggal yang diidentifikasi, bisa saja Meniere disebabkan oleh gabungan beraneka faktor.

Mengutip Healthline, Meniere adalah penyakit gawat yang tak mampu diobati. Namun, lebih dari satu perawatan mampu meringankan tanda-tanda seperti terapi fisik, pemakaian alat bantu dengar, dan operasi bagi mereka yang mengalami problem parah.

Mengubah pola makan termasuk diklaim mampu menopang mengurangi jumlah cairan di telinga bagian dalam dan meredakan gejala. Orang dengan Meniere mesti membatasi lebih dari satu asupan seperti garam, kafein, cokelat, minuman beralkohol, dan monosodium glutamat (MSG).

Beristirahat selama serangan vertigo, makan secara teratur, dan mengelola stres termasuk mampu menopang menangani gejala.