Ternyata Konsumsi Vitamin D Kurangi Risiko Kanker Loh…

Ternyata Konsumsi Vitamin D Kurangi Risiko Kanker Loh…

Sebuah studi paling baru menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D sanggup kurangi risiko kanker lebih dari sepertiga kali.
Bandar Taruhan
Penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal medis JAMA Network Open, menemukan bahwa pil vitamin D berkenaan bersama penurunan keseluruhan 17 % di dalam risiko kanker stadium lanjut.

Hasilnya apalagi lebih signifikan bagi mereka yang konsumsi suplemen dan menjaga berat badan yang sehat, sanggup kurangi risiko seseorang sampai 38 persen. Indeks massa tubuh (BMI) berat badan yang sehat untuk orang dewasa adalah antara 18,5 – 24,9, menurut CDC.

Sementara itu, tidak tersedia penurunan risiko yang diamati terhadap peserta studi yang berlebihan berat badan dan obesitas, yang tunjukkan bahwa massa tubuh secara signifikan memengaruhi keefektifan vitamin D di dalam kurangi mungkin seseorang terkena kanker stadium lanjut.

“Temuan ini tunjukkan bahwa vitamin D sanggup kurangi risiko pengembangan kanker stadium lanjut,” kata penulis Paulette Chandler, yang juga dokter perawatan primer dan pakar epidemiologi di Divisi Pengobatan Pencegahan Brigham, sebagaimana dilansir New York Post.

“Vitamin D adalah suplemen yang tersedia, tidak mahal dan telah digunakan dan dipelajari sepanjang sebagian dekade. Temuan kami, khususnya pengurangan risiko yang kuat yang nampak terhadap individu bersama berat badan normal, memberi tambahan informasi baru perihal interaksi antara vitamin D dan kanker stadium lanjut. ”

Studi ini melibatkan 25.871 pasien berusia 50-an antara 2013 dan 2018 di tempat tinggal sakit Boston. Semua pasien bebas kanker terhadap awal penelitian.

Kekurangan vitamin D umum terjadi di antara pasien kanker, bersama sebuah penelitian di AS terhadap 2011 melaporkan bahwa lebih dari tiga perempat pasien tidak terima cukup nutrisi. Dan pasien bersama tingkat vitamin D paling rendah dikaitkan bersama kanker yang paling parah.

Ada juga bukti bahwa jumlah lemak tubuh yang lebih tinggi dikaitkan bersama lebih sedikit penyerapan vitamin D, menurut sebuah studi terhadap 2019 yang diterbitkan di dalam International Journal of Obesity Supplements.

Dokter di New York baru-baru ini merekomendasikan sehingga mendapatkan lebih sedikit vitamin D sepanjang karantina di jaman pandemi Covid-19.

Selain kurangi risiko kanker, sebagaimana dilansir Healthline, vitamin D mempunyai kegunaan untuk merawat tulang selamanya sehat, menambah sistem kekebalan tubuh, merawat kesehatan pencernaan, peredaran darah, dan sistem saraf.

Tidak cuma lewat konsumsi suplemen, langkah efisien lain untuk mendapatkan vitamin D adalah bersama berjemur di bawah matahari, konsumsi ikan berlemak dan makanan laut, konsumsi jamur, dan juga kuning telur.

Beberapa type ikan dan makanan laut yang kaya dapat vitamin D di antaranya:

– salmon
– tuna
– ikan kembung
– tiram
– udang
– ikan sarden
– teri

Dan sebagian makanan yang biasanya diperkaya vitamin D meliputi:

– susu sapi
– susu kedelai dan almond
– sereal
– yogurt
– paham